USE OF A GnRH AGONIST TO DELAY THE OVULATION AND INJECTION OF hCG TO INDUCE OVULATION IN GOATS SUPERSTEMULATED WITH FSH

Main Author: Perpustakaan UGM, i-lib
Format: Article NonPeerReviewed
Terbitan: [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada , 2003
Subjects:
Online Access: https://repository.ugm.ac.id/26955
http://i-lib.ugm.ac.id/jurnal/download.php?dataId=9999
ctrlnum 26955
fullrecord <?xml version="1.0"?> <dc schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd"><relation>https://repository.ugm.ac.id/26955/</relation><title>USE OF A GnRH AGONIST TO DELAY THE OVULATION AND INJECTION OF hCG TO INDUCE OVULATION IN GOATS SUPERSTEMULATED WITH FSH</title><creator>Perpustakaan UGM, i-lib</creator><subject>Jurnal i-lib UGM</subject><description>ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penundaan ovulasi pada kambing yang disuperstimulasi, dengan FSH pada respon ovarium. Sepuluh ekor lambing dewasa dari ras campuran digunakan dalam penelitian ini. Seluruh kambing betina diberi implan secara subcutan dengan agonis GnRH deslorelin selama 19 hari. Setiap kambing disuperstimulasi dengan 18 mg FSH yang diberikan secara berseri selang 12 jam selama 4 hari, dimulai pada hari ke 7 setelah implantasi deslorelin. Pada hari ke 9 setiap kambing diberi 5 mg dinoprost trometamine ((PGF2a, Lutalyse&#xAE;). Induksi ovulasi dengan injeksi 500 I.U. hCG ( Chorulon &#xAE;, Intervet Australia) pada har ke 11 dan kambing dilepas dengan pejantan untuk menilai dan memonitor tingkah laku estrus. Ovarium dari seluruh kambing diperiksa dengan laparoskopi 7 hari sesudah pemberian hCG. Pada setiap kasus korpus luteum (CL) dihitung dan di ldasiftkasikan sebagai normal atau regresi. Hasil dari pemeriksaan laparoskopi menunjulckan bahwa CL. folikel yang tidak ovulasi dan CL albikan secara berurutan adalah sebagai berikut 2.5 &#xB1; 1.62, 18 &#xB1; 1.29 and 0.8 &#xB1; 0.62. Permulaan estrus dan durasi estrus setelah pemberian prostaglandin adalah 37.6 &#xB1; 3.48 dan 35.8 &#xB1; 3.87. Disimpulkan bahwa penundaan ovulasi menggunakan agonis GnRH dan induksi ovulasi menggunakan hCG pada kambing yang disuperstimulasi tidak menambah jumlah ovulasi seperti ditunjukkan dari jumlah total CL. Kata kunci: GnRH agonis, superovulasi, FSH, hCG</description><publisher>[Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada</publisher><date>2003</date><type>Journal:Article</type><type>PeerReview:NonPeerReviewed</type><identifier> Perpustakaan UGM, i-lib (2003) USE OF A GnRH AGONIST TO DELAY THE OVULATION AND INJECTION OF hCG TO INDUCE OVULATION IN GOATS SUPERSTEMULATED WITH FSH. Jurnal i-lib UGM. </identifier><relation>http://i-lib.ugm.ac.id/jurnal/download.php?dataId=9999</relation><recordID>26955</recordID></dc>
format Journal:Article
Journal
PeerReview:NonPeerReviewed
PeerReview
author Perpustakaan UGM, i-lib
title USE OF A GnRH AGONIST TO DELAY THE OVULATION AND INJECTION OF hCG TO INDUCE OVULATION IN GOATS SUPERSTEMULATED WITH FSH
publisher [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada
publishDate 2003
topic Jurnal i-lib UGM
url https://repository.ugm.ac.id/26955
http://i-lib.ugm.ac.id/jurnal/download.php?dataId=9999
contents ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penundaan ovulasi pada kambing yang disuperstimulasi, dengan FSH pada respon ovarium. Sepuluh ekor lambing dewasa dari ras campuran digunakan dalam penelitian ini. Seluruh kambing betina diberi implan secara subcutan dengan agonis GnRH deslorelin selama 19 hari. Setiap kambing disuperstimulasi dengan 18 mg FSH yang diberikan secara berseri selang 12 jam selama 4 hari, dimulai pada hari ke 7 setelah implantasi deslorelin. Pada hari ke 9 setiap kambing diberi 5 mg dinoprost trometamine ((PGF2a, Lutalyse®). Induksi ovulasi dengan injeksi 500 I.U. hCG ( Chorulon ®, Intervet Australia) pada har ke 11 dan kambing dilepas dengan pejantan untuk menilai dan memonitor tingkah laku estrus. Ovarium dari seluruh kambing diperiksa dengan laparoskopi 7 hari sesudah pemberian hCG. Pada setiap kasus korpus luteum (CL) dihitung dan di ldasiftkasikan sebagai normal atau regresi. Hasil dari pemeriksaan laparoskopi menunjulckan bahwa CL. folikel yang tidak ovulasi dan CL albikan secara berurutan adalah sebagai berikut 2.5 ± 1.62, 18 ± 1.29 and 0.8 ± 0.62. Permulaan estrus dan durasi estrus setelah pemberian prostaglandin adalah 37.6 ± 3.48 dan 35.8 ± 3.87. Disimpulkan bahwa penundaan ovulasi menggunakan agonis GnRH dan induksi ovulasi menggunakan hCG pada kambing yang disuperstimulasi tidak menambah jumlah ovulasi seperti ditunjukkan dari jumlah total CL. Kata kunci: GnRH agonis, superovulasi, FSH, hCG
id IOS2744.26955
institution Universitas Gadjah Mada
institution_id 19
institution_type library:university
library
library Perpustakaan Pusat Universitas Gadjah Mada
library_id 488
collection UGM Repository
repository_id 2744
subject_area Karya Umum
city SLEMAN
province DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
repoId IOS2744
first_indexed 2016-09-14T18:08:44Z
last_indexed 2016-09-14T18:08:44Z
recordtype dc
_version_ 1545473335543988224
score 16.27475