DURATION OF PERSISTENCE OF ONCHOCERCA GIBSONI DNA IN CATTLE BLOODLAMA KEBERADAAN DNA ONCHOCERCA GIBSONI DALAM DARAH SAPI

Main Author: Perpustakaan UGM, i-lib
Format: Article NonPeerReviewed
Terbitan: [Yogyakarta] : Universitas Gadjah Mada , 2003
Subjects:
Online Access: https://repository.ugm.ac.id/26959
http://i-lib.ugm.ac.id/jurnal/download.php?dataId=10003
Daftar Isi:
  • ABSTRAK Penelitian ini awalnya bertujuan untuk menggunakan metode PCR dan PCR-ELISA untuk DNA 0. gibsoni dalam serum sapi setelah pengobatan sebagai salah satu indikator keberhasilan khemoterapi. Sebagai target DNA untuk PCR adalah tiga untai DNA yang berulang yang terdapat dalam genom 0. gibsoni yaitu 0-87, 0-123 and 0-150. Sensitifitas metoda PCR untuk masing-masing untai DNA adalah 100 pg dalam 0,5 ml serum sapi dari Tasmania. Ketiga metoda PCR ini digunakan untuk mendeteksi keberadaan DNA 0. gibsoni dalam serum sapi sebelum dan sesudah khemoterapi. Tidak ada pita DNA yang nampak pada elektroforesis gel bahkan setelah basil PCR pertama di PCR lagi. Penentuan lamanya waktu keberadaan DNA 0. gibsoni dalam darah sapi,' lima ekor sapi diinjeksikan 200 pg DNA 0. gibsoni melalui vena jugularis dan sampel darah diambil sebelum dan 1, 2, 3, 4, 5, 10 dan 30 menit setelah diinjeksikan. PCR dilakukan dengan mernalcai primer dari untai DNA 0-150, Hasil DNA yang diperbanyak dengan PCR hanya mampu mendeteksi keberadaan DNA 0. gibsoni dalam darah sapi sampai 5 menit setelah penyuntikan. Penelitian ini membuktikan bahwa deteksi DNA 0. gibsoni dalam serum darah sapi dengan PCR-ELISA untuk mengevaluasi obat bukan merupakan pendekatan yang sesuai. Kati kunci: 0. gibsoni, PCR, PCR-ELISA