Daftar Isi:
  • Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain Nonequivalent Pretest-Posttest Control Group Design menggunakan pendekatan CRA berbasis intuisi dan pembelajaran konvensional (PK) yang dilakukan untuk menyelediki peningkatan kemampuan analogi dan komunikasi matematik siswa. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII pada salah satu SMP Negeri di Kapubaten Kampar Provinsi Riau yang berjumlah 175 orang siswa. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik purposive sampling yaitu memilih dua kelas berjumlah 66 orang siswa yang karakterikstiknya homogen. Sebelum dilakukan penelitian sampel diklasifikasikan menurut kemampuan awal matematik yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah hasil tes harian, tes kemampuan analogi dan komunikasi matematik, skala sikap, serta lembar observasi. Hasil dari penelitian ini yaitu: a) peningkatan kemampuan analogi matematik siswa yang menggunakan pendekatan CRA berbasis intuisi lebih baik dari pada siswa yang menggunakan PK ditinjau berdasarkan siswa secara keseluruhan, siswa dengan KAM sedang, dan siswa dengan KAM rendah. Tetapi pada siswa dengan KAM tinggi, peningkatan kemampuan analogi matematik siswa yang menggunakan pendekatan CRA berbasis intuisi tidak lebih baik dari pada siswa yang menggunakan PK, b) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan analogi matematik siswa antar tingkat KAM (tinggi, sedang, dan rendah) yang menggunakan pendekatan CRA berbasis intuisi, c) peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa yang menggunakan pendekatan CRA berbasis intuisi lebih baik dari pada siswa yang menggunakan pembelajaran konvensional ditinjau berdasarkan keseluruhan siswa dan masing-masing KAM siswa (tinggi, sedang, dan rendah), d) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan komunikasi matematik siswa antar tingkat KAM (tinggi, sedang, dan rendah) yang menggunakan pendekatan CRA berbasis intuisi, e) terdapat asosiasi antara kemampuan analogi dengan komunikasi matematik siswa yang menggunakan pendekatan CRA berbasis intuisi, derajat asosiasi antara kemampuan analogi dengan komunikasi matematik siswa yang menggunakan pendekatan CRA berbasis intuisi tergolong tinggi, dan f) siswa menunjukkan sikap yang positif terhadap pembelajaran matematika menggunakan pendekatan CRA berbasis intuisi dalam menyelesaikan soal-soal kemampuan analogi dan komunikasi matematik