MENGEJAR WISUDA SARJANA MENURUT PERSPEKTIF KONSELING ISLAM

Main Author: Yusuf, M. Jamil
Format: Article info application/pdf eJournal
Bahasa: eng
Terbitan: Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry , 2019
Online Access: https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/Taujih/article/view/6491
https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/Taujih/article/view/6491/3964
ctrlnum article-6491
fullrecord <?xml version="1.0"?> <dc schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd"><title lang="en-US">MENGEJAR WISUDA SARJANA MENURUT PERSPEKTIF KONSELING ISLAM</title><creator>Yusuf, M. Jamil</creator><description lang="en-US">Abstrak&#xA0;&#xA0;&#xA0;&#xA0;&#xA0;&#xA0;&#xA0;&#xA0;&#xA0;&#xA0;&#xA0; Mahasiswa yang telah menyelesaikan studi di suatu perguruan tinggi berhak memperoleh gelar sarjana. Mengejar adanya gelar ini idealnya ditempuh sesuai prosedur, mencurahkan segenap potensi pikir dan ikhtiar, dan tujuannya pun untuk mengemban amanah keilmuwan dan memaksimalkan pengabdiannya kepada agama, bangsa dan Negara. Fenomena yang mengemuka akhir-akhir ini bahwa gelar tersebut&#xA0; diupayakan dengan cara-cara melanggar etika keilmuwan, untuk tujuan-tujuan popularitas hingga merendahkan martabat kesarjanaan, bahkan tidak memperlihatkan produktifitas keilmuwannya dalam meneliti atau menulis karya ilmiah. &#xA0;Dalam perspektif konseling Islam, fenomena ini dipandang sebagai sebuah &#x201C;kasus&#x201D; penyakit yang mulai menggejala di kalangan generasi muda melenial, yakni tidak mampu berpikir logis dan tidak terampil menggunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Generasi melenial ini perlu dibantu dengan layanan konseling Islam untuk pengembangan kebermaknaan hidupnya. Konseling Islam sudah seharusnya membantu mereka ini untuk mampu merumuskan tujuan hidup yang sejalan dengan kebermaknaan hidup sebagai seorang Muslim. Dalam konsep kebermaknaan hidup ini seorang Muslim harus mampu mendorong dirinya untuk melakukan berbagai kegiatan, seperti kuliah, bekerja dan berkarya agar hidupnya dirasakan berarti dan berharga.&#xA0;Kata Kunci: Wisuda Sarjana, Konseling Islam</description><publisher lang="en-US">Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry</publisher><contributor lang="en-US"/><date>2019-10-13</date><type>Journal:Article</type><type>Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion</type><type>Other:</type><type>File:application/pdf</type><identifier>https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/Taujih/article/view/6491</identifier><source lang="en-US">At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam; Vol 2, No 2 (2019): At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam; 1-18</source><source>2614-4980</source><source>2598-585X</source><language>eng</language><relation>https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/Taujih/article/view/6491/3964</relation><rights lang="en-US">Copyright (c) 2020 M. Jamil Yusuf</rights><recordID>article-6491</recordID></dc>
language eng
format Journal:Article
Journal
Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Other
Other:
File:application/pdf
File
Journal:eJournal
author Yusuf, M. Jamil
title MENGEJAR WISUDA SARJANA MENURUT PERSPEKTIF KONSELING ISLAM
publisher Prodi Bimbingan dan Konseling Islam Fakultas Dawah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry
publishDate 2019
url https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/Taujih/article/view/6491
https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/Taujih/article/view/6491/3964
contents Abstrak Mahasiswa yang telah menyelesaikan studi di suatu perguruan tinggi berhak memperoleh gelar sarjana. Mengejar adanya gelar ini idealnya ditempuh sesuai prosedur, mencurahkan segenap potensi pikir dan ikhtiar, dan tujuannya pun untuk mengemban amanah keilmuwan dan memaksimalkan pengabdiannya kepada agama, bangsa dan Negara. Fenomena yang mengemuka akhir-akhir ini bahwa gelar tersebut diupayakan dengan cara-cara melanggar etika keilmuwan, untuk tujuan-tujuan popularitas hingga merendahkan martabat kesarjanaan, bahkan tidak memperlihatkan produktifitas keilmuwannya dalam meneliti atau menulis karya ilmiah. Dalam perspektif konseling Islam, fenomena ini dipandang sebagai sebuah “kasus” penyakit yang mulai menggejala di kalangan generasi muda melenial, yakni tidak mampu berpikir logis dan tidak terampil menggunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Generasi melenial ini perlu dibantu dengan layanan konseling Islam untuk pengembangan kebermaknaan hidupnya. Konseling Islam sudah seharusnya membantu mereka ini untuk mampu merumuskan tujuan hidup yang sejalan dengan kebermaknaan hidup sebagai seorang Muslim. Dalam konsep kebermaknaan hidup ini seorang Muslim harus mampu mendorong dirinya untuk melakukan berbagai kegiatan, seperti kuliah, bekerja dan berkarya agar hidupnya dirasakan berarti dan berharga. Kata Kunci: Wisuda Sarjana, Konseling Islam
id IOS14033.article-6491
institution Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
institution_id 416
institution_type library:university
library
library Perpustakaan Universitas Islam Negeri Ar-Raniry
library_id 501
collection Jurnal At-Taujih : Bimbingan dan Konseling Islam
repository_id 14033
subject_area Student Guidance and Counseling/Bimbingan Siswa dan Penyuluhan, Konseling Sekolah
Counseling and Interviewing/Psikologi Konseling, Penyuluhan, Pemberian Nasehat dan Wawancara
Bimbingan Islam
Konseling Islam
city KOTA BANDA ACEH
province ACEH
shared_to_ipusnas_str 1
repoId IOS14033
first_indexed 2020-06-26T03:18:57Z
last_indexed 2020-07-12T11:39:55Z
recordtype dc
merged_child_boolean 1
_version_ 1686856199186677760
score 17.606274