HAKIKAT DAN MAJAZ DALAM AL-QUR’AN DAN SUNNAH

Main Author: firdaus, firdaus
Format: Article info application/pdf Journal
Bahasa: ind
Terbitan: Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat , 2018
Online Access: https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/ummatanwasathan/article/view/1118
https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/ummatanwasathan/article/view/1118/955
ctrlnum article-1118
fullrecord <?xml version="1.0"?> <dc schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd"><title lang="id-ID">HAKIKAT DAN MAJAZ DALAM AL-QUR&#x2019;AN DAN SUNNAH</title><creator>firdaus, firdaus</creator><description lang="id-ID">Kedudukan Hukum Antara Hakikat dan Majaz. Majaz adalah cabang, sedang hakikat adalah pokoknya. Karena itu majaz tidak bisa ditetapkan menjadi sebuah hukum kecuali adanya kesulitan ketika menggunakan hakikat, oleh karena itu majaz masih membutuhkan qarinah. Para ulama banyak yang berbeda pendapat tentang penggunaan majaz sebagai ganti dari hakikaat. Abu hanifah menjelaskan bahwasannya majaz bisa mengganti kedudukan hakikat hanya dari segi lafadnya saja tidak sampai kepada hukumnya, karena hakikat dan majaz adalah merupakan sifat suatu lafad dan bukan sifat suatu makna. Contohnya adalah lafad &#x623;&#x644;&#x634;&#x62C;&#x627;&#x639;&#x629; yang mengganti lafad &#x647;&#x630;&#x627; &#x623;&#x633;&#x62F;. Lafad &#x623;&#x644;&#x634;&#x62C;&#x627;&#x639;&#x629; menurut Abu hanifah hanya mengganti dari segi bahasanya saja, sedang lafad &#x647;&#x630;&#x627; &#x623;&#x633;&#x62F; menurutnya adalah hewan yang terkenal mempunyai sifat berani. Dua orang ulama berpendapat bahwasanya pergantian itu adalah pada hukum atau maknanya juga, bukan pada lafad atau bahasanya saja, karena pergantian yang menyentuh aspek hukum itu lebih utama daripada hanya sekedar lafad atau bahasanya saja. Contohnya seperti lafad di atas yang menunjukan konsistensi sifat harimau yang berani.&#xA0;Kata Kunci: Hakikat, Majaz, Al-Qur&#x2019;an dan Sunnah</description><publisher lang="id-ID">Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat</publisher><contributor lang="id-ID"/><date>2018-12-04</date><type>Journal:Article</type><type>Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion</type><type>Journal:Article</type><type>File:application/pdf</type><identifier>https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/ummatanwasathan/article/view/1118</identifier><source lang="id-ID">Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat; Vol 1, No 1 (2018): Vol. 1 No. 1 Desember 2018</source><source>2715-8403</source><source>2356-413X</source><language>ind</language><relation>https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/ummatanwasathan/article/view/1118/955</relation><rights lang="id-ID">##submission.copyrightStatement##</rights><recordID>article-1118</recordID></dc>
language ind
format Journal:Article
Journal
Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Other
File:application/pdf
File
Journal:Journal
author firdaus, firdaus
title HAKIKAT DAN MAJAZ DALAM AL-QUR’AN DAN SUNNAH
publisher Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat
publishDate 2018
url https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/ummatanwasathan/article/view/1118
https://jurnal.umsb.ac.id/index.php/ummatanwasathan/article/view/1118/955
contents Kedudukan Hukum Antara Hakikat dan Majaz. Majaz adalah cabang, sedang hakikat adalah pokoknya. Karena itu majaz tidak bisa ditetapkan menjadi sebuah hukum kecuali adanya kesulitan ketika menggunakan hakikat, oleh karena itu majaz masih membutuhkan qarinah. Para ulama banyak yang berbeda pendapat tentang penggunaan majaz sebagai ganti dari hakikaat. Abu hanifah menjelaskan bahwasannya majaz bisa mengganti kedudukan hakikat hanya dari segi lafadnya saja tidak sampai kepada hukumnya, karena hakikat dan majaz adalah merupakan sifat suatu lafad dan bukan sifat suatu makna. Contohnya adalah lafad ألشجاعة yang mengganti lafad هذا أسد. Lafad ألشجاعة menurut Abu hanifah hanya mengganti dari segi bahasanya saja, sedang lafad هذا أسد menurutnya adalah hewan yang terkenal mempunyai sifat berani. Dua orang ulama berpendapat bahwasanya pergantian itu adalah pada hukum atau maknanya juga, bukan pada lafad atau bahasanya saja, karena pergantian yang menyentuh aspek hukum itu lebih utama daripada hanya sekedar lafad atau bahasanya saja. Contohnya seperti lafad di atas yang menunjukan konsistensi sifat harimau yang berani. Kata Kunci: Hakikat, Majaz, Al-Qur’an dan Sunnah
id IOS14040.article-1118
institution Fakultas Agama Islam UMSB
affiliation onesearch.perpusnas.go.id
ptma.onesearch.id
fkp2tn.onesearch.id
ptki.onesearch.id
institution_id 4810
institution_type library:university
library
library Jurnal Fakultas Agama Islam
library_id 3674
collection Jurnal Kajian dan Pengembangan Umat
repository_id 14040
subject_area Islam and Economics/Islam dan Ilmu Ekonomi
Fikih (Fiqih, Fiqh), Hukum Islam
Religious Education/Pendidikan Keagamaan, Pendidikan Agama
Arabic/Bahasa Arab*
city KOTA PADANG
province SUMATERA BARAT
shared_to_ipusnas_str 1
repoId IOS14040
first_indexed 2020-06-29T08:55:55Z
last_indexed 2020-06-29T08:55:55Z
recordtype dc
_version_ 1686857092235788288
score 17.606274