Model Konseptual Aplikasi Kansei Engineering Untuk Peningkatan Ekuitas Merek di Sektor Layanan

Main Author: Hartono, Markus
Format: Article PeerReviewed application/pdf
Terbitan: Fakultas Teknik Universitas Andalas , 2014
Subjects:
Online Access: http://repository.ubaya.ac.id/20951/4/Hartono_Model%20Konseptual_Abstrak_2014.pdf
http://repository.ubaya.ac.id/20951/3/Hartono_Model%20Konseptual_2014.pdf
http://repository.ubaya.ac.id/20951/
Daftar Isi:
  • Dewasa ini, untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan memberikan tingkat kepuasan yang berorientasi jangka panjang sangat dibutuhkan pendekatan yang lebih menitikberatkan pada kebutuhan latent konsumen (atau seringkali disebut sebagai unspoken needs). Dalam hal ini, Kansei Engineering telah diadopsi sebagai metodologi pengembangan produk dan layanan berbasis Ergonomi/human factors yang menitikberatkan pada customer unspoken needs, secara spesifik diuraikan dalam bentuk kebutuhan emosiona l atau Kansei. Penerapan Kansei Engineering telah sukses pada desain produk sejak tahun 1970-an, dan baru-baru ini telah merambah pada sektor layanan. Dalam industri layanan, pemahaman kebutuhan emosional konsumen dan bagaimana melakukan pemenuhan kebutuhan tersebut memiliki pengaruh yang potensial pada ekuitas merek. Dengan memperhatikan kompetisi bisnis yang semakin ketat, maka diperlukan atensi yang besar pada asosiasi merek dan persepsi kualitas sebagai bagian dari ekuitas merek. Atensi tersebut berupa bagaimana melakukan pemodelan antara komponen-komponen dalam suatu ekuitas merek terhadap Kansei konsumen. Penelitian ini berfokus pada pembuatan model konseptual penerapan Kansei Engineering dalam menunjang ekuitas merek di industri jasa. Konstruk dan variabel dalam konstruk yang dipakai didapatkan dari studi literatur yang relevan dengan beberapa modifikasi yang disesuaikan dengan domain layanan. Ilustrasi berupa studi kasus di salah satu industri jasa yang disertai dengan numerical example dibahas di penelitian ini. Dari penelitian ini, dengan mengacu pada kepuasan emosional pelanggan, beberapa variabel ekuitas merek yang kritis akan dapat diidentifikasi, dan selanjutnya diberikan skala prioritas dalam inisiatif perbaikan. Implikasi praktis tentang bagaimana hasil penelitian jika diterapkan di kasus riil juga didiskusikan.