Beyond the Language: Sebuah Studi Analisis Dan Komparasi antara Konsep Bahasa Roh dalam Teologi Pentakosta dengan Konsep Rede dalam Filsafat Martin Heidegger

Main Author: Layantara, Jessica Novia
Format: Article info application/pdf
Bahasa: eng
Terbitan: Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta , 2019
Subjects:
Online Access: https://www.sttintheos.ac.id/e-journal/index.php/dunamis/article/view/207
https://www.sttintheos.ac.id/e-journal/index.php/dunamis/article/view/207/155
https://www.sttintheos.ac.id/e-journal/index.php/dunamis/article/downloadSuppFile/207/25
ctrlnum article-207
fullrecord <?xml version="1.0"?> <dc schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd"><title lang="en-US">Beyond the Language: Sebuah Studi Analisis Dan Komparasi antara Konsep Bahasa Roh dalam Teologi Pentakosta dengan Konsep Rede dalam Filsafat Martin Heidegger</title><creator>Layantara, Jessica Novia</creator><subject lang="en-US">Philosophy; Pentecostal Theology</subject><subject lang="en-US">speaking in tongues; Pentecostal theology; rede; gerede; Martin Heidegger; bahasa roh; teologi Pentakosta</subject><description lang="en-US">Abstract. This article discusses the comparison between the concepts of speaking in tongues in Pentecostal theology and the concept of Rede in the philosophy of Martin Heidegger. The thesis of this article was that the concept of speaking in tongues in Pentecostal theology had many similarities to the concept of Rede in Heidegger's philosophy. The similarities were found in the characters in both concepts, which were communicative, intelligible, revealing and both were authentic human characters (Dasein). Nevertheless, the concept of speaking in tongues in Pentecostal theology had a uniqueness over the concept of Rede in Heidegger's philosophy, because it encompassed not only the human rationality, but also the realm of faith. In this article it was shown that the two concepts influenced and enriched each other. This comparative study also yielded some conceptual contributions to both Pentecostal theology and Heidegger's philosophy, which were also useful for dealing with the criticisms raised against both.Abstrak. Artikel ini membahas komparasi antara konsep bahasa roh dalam teologi Pentakosta dengan konsep Rede dalam filsafat Martin Heidegger. Tesis dari artikel ini adalah bahwa konsep bahasa roh dalam teologi Pentakosta memiliki banyak kemiripan dengan konsep Rede dalam filsafat Heidegger. Kemiripan-kemiripan tersebut terdapat dalam karakter-karakter yang ada di dalam kedua konsep tersebut, antara lain sama-sama bersifat komunikatif, bersifat menyingkapkan, dapat dimengerti, dan keduanya merupakan karakter dari manusia yang otentik (Dasein). Walau demikian, konsep bahasa roh dalam teologi Pentakosta memiliki kekhasan dibanding konsep Rede dalam filsafat Heidegger, karena bukan hanya mencakup ranah rasionalitas manusia tetapi juga ranah iman. Di dalam artikel ini akan ditunjukkan bahwa kedua konsep tersebut dapat saling mempengaruhi dan memperkaya satu sama lain. Studi komparasi ini juga akan menghasilkan beberapa kontribusi yang bermanfaat secara konseptual baik bagi teologi Pentakosta maupun filsafat Heidegger, yang juga bermanfaat untuk menghadapi kritik-kritik yang diajukan terhadap keduanya.</description><publisher lang="en-US">Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta</publisher><contributor lang="en-US"/><date>2019-10-25</date><type>Journal:Article</type><type>Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion</type><type>Journal:Article</type><type>File:application/pdf</type><identifier>https://www.sttintheos.ac.id/e-journal/index.php/dunamis/article/view/207</identifier><identifier>10.30648/dun.v4i1.207</identifier><source lang="en-US">DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani; Vol 4, No 1 (2019): Oktober 2019; 75-98</source><source>2541-3945</source><source>2541-3937</source><source>10.30648/dun.v4i1</source><language>eng</language><relation>https://www.sttintheos.ac.id/e-journal/index.php/dunamis/article/view/207/155</relation><relation>https://www.sttintheos.ac.id/e-journal/index.php/dunamis/article/downloadSuppFile/207/25</relation><rights lang="en-US">Copyright (c) 2019 DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani</rights><rights lang="en-US">http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0</rights><recordID>article-207</recordID></dc>
language eng
format Journal:Article
Journal
Other:info:eu-repo/semantics/publishedVersion
Other
File:application/pdf
File
author Layantara, Jessica Novia
title Beyond the Language: Sebuah Studi Analisis Dan Komparasi antara Konsep Bahasa Roh dalam Teologi Pentakosta dengan Konsep Rede dalam Filsafat Martin Heidegger
publisher Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta
publishDate 2019
topic Philosophy
Pentecostal Theology
speaking in tongues
Pentecostal theology
rede
gerede
Martin Heidegger
bahasa roh
teologi Pentakosta
url https://www.sttintheos.ac.id/e-journal/index.php/dunamis/article/view/207
https://www.sttintheos.ac.id/e-journal/index.php/dunamis/article/view/207/155
https://www.sttintheos.ac.id/e-journal/index.php/dunamis/article/downloadSuppFile/207/25
contents Abstract. This article discusses the comparison between the concepts of speaking in tongues in Pentecostal theology and the concept of Rede in the philosophy of Martin Heidegger. The thesis of this article was that the concept of speaking in tongues in Pentecostal theology had many similarities to the concept of Rede in Heidegger's philosophy. The similarities were found in the characters in both concepts, which were communicative, intelligible, revealing and both were authentic human characters (Dasein). Nevertheless, the concept of speaking in tongues in Pentecostal theology had a uniqueness over the concept of Rede in Heidegger's philosophy, because it encompassed not only the human rationality, but also the realm of faith. In this article it was shown that the two concepts influenced and enriched each other. This comparative study also yielded some conceptual contributions to both Pentecostal theology and Heidegger's philosophy, which were also useful for dealing with the criticisms raised against both.Abstrak. Artikel ini membahas komparasi antara konsep bahasa roh dalam teologi Pentakosta dengan konsep Rede dalam filsafat Martin Heidegger. Tesis dari artikel ini adalah bahwa konsep bahasa roh dalam teologi Pentakosta memiliki banyak kemiripan dengan konsep Rede dalam filsafat Heidegger. Kemiripan-kemiripan tersebut terdapat dalam karakter-karakter yang ada di dalam kedua konsep tersebut, antara lain sama-sama bersifat komunikatif, bersifat menyingkapkan, dapat dimengerti, dan keduanya merupakan karakter dari manusia yang otentik (Dasein). Walau demikian, konsep bahasa roh dalam teologi Pentakosta memiliki kekhasan dibanding konsep Rede dalam filsafat Heidegger, karena bukan hanya mencakup ranah rasionalitas manusia tetapi juga ranah iman. Di dalam artikel ini akan ditunjukkan bahwa kedua konsep tersebut dapat saling mempengaruhi dan memperkaya satu sama lain. Studi komparasi ini juga akan menghasilkan beberapa kontribusi yang bermanfaat secara konseptual baik bagi teologi Pentakosta maupun filsafat Heidegger, yang juga bermanfaat untuk menghadapi kritik-kritik yang diajukan terhadap keduanya.
id IOS4226.article-207
institution Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta
institution_id 1083
institution_type library:university
library
library Perpustakaan Sekolah Tinggi Teologi Intheos Surakarta
library_id 961
collection Dunamis Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani
repository_id 4226
city KOTA SURAKARTA
province JAWA TENGAH
shared_to_ipusnas_str 1
repoId IOS4226
first_indexed 2019-11-04T17:12:31Z
last_indexed 2019-11-24T02:16:09Z
recordtype dc
_version_ 1686099576272977920
score 16.904219