Daftar Isi:
  • Skripsi ini membahas tentang pengembangan pembelajaran IPA berorientasi konstruktivistik model siklus belajar (learning cycle 5E) di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kompetensi dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran IPA serta rendahnya kreativitas guru dalam mengembangkan bahan ajar sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kondisi pembelajaran IPA pada siswa kelas IV di MIN Kalibuntu Wetan Kendal (2) mengembangkan pembelajaran IPA berorientasi konstruktivistik model siklus belajar (learning cycle 5E) di kelas IV MIN Kalibuntu Wetan Kendal (3) mengetahui efektifitas pembelajaran IPA berorientasi konstruktivistik model siklus belajar (learning cycle 5E) terhadap hasil belajar siswa kelas IV MIN Kalibuntu Wetan Kendal. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (research and development), yang terdiri atas 4 tahap yaitu tahap studi pendahuluan, pengembangan, uji lapangan serta desiminasi dan sosialisasi. Subyek penelitian yaitu siswa kelas IV MIN Kalibuntu Wetan Kendal, terdiri dari kelas IVA (kelas eksperimen) yang berjumlah 35 dan kelas IVB (kelas kontrol) yang berjumlah 38. Penelitian ini berupaya untuk mengembangkan produk yaitu perangkat pembelajaran IPA berupa modul pembelajaran dan RPP berorientasi konstruktivistik dengan model LC 5E serta dapat menguji efektifitas produk tersebut. Penelitian dilakukan dalam dua kali uji coba, uji coba terbatas yang melibatkan 10 siswa kelas IV yang diambil secara acak, dan uji coba luas yang melibatkan seluruh subyek dalam kelas. Sumber data diperoleh dari observasi, dokumentasi, angket dan tes. Dari penelitian diperoleh hasil sebagai berikut: pertama, sebelum pengembangan pembelajaran IPA berorientasi konstruktivistik model LC 5E dilaksanakan, kondisi pembelajaran IPA di MIN Kalibuntu Wetan disajikan secara verbal melalui kegiatan ceramah dengan keterlibatan siswa yang minim. Guru jarang menggunakan media pelajaran IPA. Dalam membahas materi IPA tidak terlihat adanya upaya guru untuk mengembangkan kegiatan diskusi. Guru hanya menggunakan media LKS, LKSpun tidak dibuat oleh guru sendiri melainkan buatan penerbit. Diketahui rata-rata hasil belajar pretest pun masih rendah, yaitu nilai rata-rata kelas eksperimen 54,71 dan kelas kontrol 51,05. Kedua, pembelajaran IPA ini dikembangkan dengan cara merancang modul pembelajaran dan RPP yang disusun dengan prinsip konstruktivisme dipadukan dengan model LC 5E, terdiri dari kegiatan belajar pendahuluan (engagement), eksplorasi (exploration), penjelasan (explanation), perluasan (elaboration), dan evaluasi (evaluation). Ketiga, untuk mengukur efektitifitasnya dapat dilihat dari hasil uji t-test, diketahui nilai t hitung= 8,626 dan t tabel= 1,67. Ini berarti Ho DITOLAK, artinya nilai rata-rata kelas eksperimen dan kelas kontrol terdapat perbedaan, di mana nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Sehingga hasilnya pengembangan pembelajaran IPA berorientasi konstruktivistik model LC 5E dinilai efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV MIN Kalibuntu Wetan Kendal.