Tinjauan Hukum Islam dan Hukum Positif Terhadap Perceraian Akibat Suami Impoten (Studi Kasus di Pengadilan Agama Klas II A Sungguminasa)

Main Author: Syamsidar, Syamsidar
Format: Report NonPeerReviewed Book
Bahasa: ind
Terbitan: , 2016
Subjects:
Online Access: http://repositori.uin-alauddin.ac.id/1241/1/Syamsidar.pdf
http://repositori.uin-alauddin.ac.id/1241/
ctrlnum 1241
fullrecord <?xml version="1.0"?> <dc schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/ http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd"><relation>http://repositori.uin-alauddin.ac.id/1241/</relation><title>Tinjauan Hukum Islam dan Hukum Positif Terhadap Perceraian Akibat Suami Impoten (Studi Kasus di Pengadilan Agama Klas II A Sungguminasa)</title><creator>Syamsidar, Syamsidar</creator><subject>2X4.33 Perceraian Menurut Islam</subject><description>Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah bahwa dalam hukum Islam perceraian dengan alasan suami tidak bisa memberikan nafkah bathin (impoten) adalah suatu kebolehan (mubah) oleh syariat. Kebolehan tersebut berdasarkan atas pengkompromian atas nilai ataupun konsep kebolehan, Sebagaimana hakim dalam putusannya merujuk pada kitab Sirojul Wahaj halaman 362, hal tersebut dibolehkan berdasarkan pertimbangan kemaslahatan secara umum. Serta berdasarkan pendapat para mahzab apabila suami berpenyakit impoten dan keimpotenannya mengakibatkan tujuan perkawinan tidak tercapai baik untuk berketurunan ataupun untuk mengadakan hubungan sebagai suami isteri serta menimbulkan penderitaan bagi isterinya. maka hakim dapat menceraikan keduanya. Sedangkan dalam Undang-Undang Perkawinan dalam pasal 19 huruf (e) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 mengenai perceraian dapat terjadi karena alasan-alasan yaitu salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit yang berakibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami. Namun UU Perkawinan tidak mengatur secara rinci penyakit yang dapat diajukan sebagai alasan perceraian. Patokannya adalah dimana cacat atau penyakit tersebut menganggu para pihak menjalankan kewajibannya sebagai suami isteri, &#xD; maka cacat atau penyakit tersebut dapat diajukan sebagai alasan perceraian. Hal ini didasari pada pasal 34 poin 3 yaitu: &#x201C;jika suami atau isteri melalaikan kewajibannya masing-masing dapat mengajukan gugatan kepada pengadilan&#x201D;. Pertimbangan hukum hakim tersebut telah sejalan dengan alasan perceraian sebagaimana yang dirumuskan oleh Pasal 19 huruf (f) PP No. 9 tahun tahun 1975 jo Pasal 116 (f) KHI dan kitab Sirojul Wahajab hal 362. Dalam hal ini hakim mengabulkan gugatan penggugat berdasarkan tinjuan hukum Islam dan UndangUndang Perkawinan serta Peraturan Pemerintah yang tiada lain memberikan putusan yang mencegah terjadinya pengabaian hak-hak kemanusiaan yang seharusnya didapatkan oleh seorang isteri.</description><date>2016</date><type>Report:Report</type><type>PeerReview:NonPeerReviewed</type><type>Book:Book</type><language>ind</language><identifier>http://repositori.uin-alauddin.ac.id/1241/1/Syamsidar.pdf</identifier><identifier> Syamsidar, Syamsidar (2016) Tinjauan Hukum Islam dan Hukum Positif Terhadap Perceraian Akibat Suami Impoten (Studi Kasus di Pengadilan Agama Klas II A Sungguminasa). Undergraduate (S1) thesis, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. </identifier><recordID>1241</recordID></dc>
language ind
format Report:Report
Report
PeerReview:NonPeerReviewed
PeerReview
Book:Book
Book
author Syamsidar, Syamsidar
title Tinjauan Hukum Islam dan Hukum Positif Terhadap Perceraian Akibat Suami Impoten (Studi Kasus di Pengadilan Agama Klas II A Sungguminasa)
publishDate 2016
topic 2X4.33 Perceraian Menurut Islam
url http://repositori.uin-alauddin.ac.id/1241/1/Syamsidar.pdf
http://repositori.uin-alauddin.ac.id/1241/
contents Hasil yang dicapai dari penelitian ini adalah bahwa dalam hukum Islam perceraian dengan alasan suami tidak bisa memberikan nafkah bathin (impoten) adalah suatu kebolehan (mubah) oleh syariat. Kebolehan tersebut berdasarkan atas pengkompromian atas nilai ataupun konsep kebolehan, Sebagaimana hakim dalam putusannya merujuk pada kitab Sirojul Wahaj halaman 362, hal tersebut dibolehkan berdasarkan pertimbangan kemaslahatan secara umum. Serta berdasarkan pendapat para mahzab apabila suami berpenyakit impoten dan keimpotenannya mengakibatkan tujuan perkawinan tidak tercapai baik untuk berketurunan ataupun untuk mengadakan hubungan sebagai suami isteri serta menimbulkan penderitaan bagi isterinya. maka hakim dapat menceraikan keduanya. Sedangkan dalam Undang-Undang Perkawinan dalam pasal 19 huruf (e) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 mengenai perceraian dapat terjadi karena alasan-alasan yaitu salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit yang berakibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami. Namun UU Perkawinan tidak mengatur secara rinci penyakit yang dapat diajukan sebagai alasan perceraian. Patokannya adalah dimana cacat atau penyakit tersebut menganggu para pihak menjalankan kewajibannya sebagai suami isteri, maka cacat atau penyakit tersebut dapat diajukan sebagai alasan perceraian. Hal ini didasari pada pasal 34 poin 3 yaitu: “jika suami atau isteri melalaikan kewajibannya masing-masing dapat mengajukan gugatan kepada pengadilan”. Pertimbangan hukum hakim tersebut telah sejalan dengan alasan perceraian sebagaimana yang dirumuskan oleh Pasal 19 huruf (f) PP No. 9 tahun tahun 1975 jo Pasal 116 (f) KHI dan kitab Sirojul Wahajab hal 362. Dalam hal ini hakim mengabulkan gugatan penggugat berdasarkan tinjuan hukum Islam dan UndangUndang Perkawinan serta Peraturan Pemerintah yang tiada lain memberikan putusan yang mencegah terjadinya pengabaian hak-hak kemanusiaan yang seharusnya didapatkan oleh seorang isteri.
id IOS3661.1241
institution UIN Alauddin Makassar
affiliation onesearch.apptis.or.id
institution_id 497
institution_type library:university
library
library UPT Perpustakaan UIN Alauddin Makassar
library_id 627
collection Repository UIN Alauddin Makassar
repository_id 3661
subject_area Islam/Agama Islam
Religious Education/Pendidikan Keagamaan, Pendidikan Agama
Humanities/Humanisme
Islam and Social Sciences/Islam dan Ilmu-ilmu Sosial
city GOWA
province SULAWESI SELATAN
repoId IOS3661
first_indexed 2017-07-11T03:29:18Z
last_indexed 2017-07-11T03:29:18Z
recordtype dc
_version_ 1685999129713442816
score 17.60897