Perbandingan Efek Radiasi Sinar Gamma Dosis Tunggal dan Fraksinasi Terhadap Apoptosis Enterosit Duodenum Tikus Putih Dengan Parameter Gambaran Histopatologi

Main Author: Ari, HLF
Format: Thesis NonPeerReviewed Book
Bahasa: eng
Terbitan: , 2013
Subjects:
Online Access: http://repository.ub.ac.id/123398/1/full_text.pdf
http://repository.ub.ac.id/123398/
Daftar Isi:
  • Paparan radiasi sinar gamma dapat merusak DNA melalui pembentukan radikal bebas yang dapat menyebabkan peroksidasi lemak dan stress oksidatif. Kerusakan DNA yang parah dapat menyebabkan kematian sel yaitu apoptosis. Pengecatan Hematoxyllin Eosin merupakan standar untuk melakukan pengamatan morfologi sel apoptosis. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efek radiasi sinar gamma dosis tunggal 10 Gy (1 x 10 Gy) dan radiasi dosis fraksinasi 10 Gy (5 x 2 Gy) terhadap apoptosis enterosit duodenum tikus putih. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental murni yang menggunakan post test only control group design dilakukan pada hewan coba tikus putih (Rattus Norvegicus var. Wistar) jantan. Sampel dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kelompok I (kontrol, n = 8), kelompok II (radiasi dengan dosis tunggal, n = 9) dan kelompok III (radiasi dengan dosis fraksinasi, n = 9).Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan persentase morfologi sel apoptosis yang signifikan (p = 0,000) pada radiasi dosis fraksinasi dan dosis tunggal. Apoptosis pada dosis tunggal meningkat secara signifikan jika dibandingkan dengan dosis fraksinasi ( p = 0,001).Disimpulkan bahwa terjadi peningkatan jumlah apoptosis enterosit duodenum tikus putih dengan paparan radiasi dosis tunggal jika dibandingkan dengan paparan radiasi dosis fraksinasi